Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada hari Jumat (31/7) dengan catatan positif. Indeks utama pasar modal Indonesia tersebut ditutup menguat sebesar 0,80 persen dan berada pada posisi 6.236,13. Penguatan yang terjadi di bursa domestik ini sejalan dengan kinerja positif yang ditunjukkan oleh bursa saham Amerika Serikat. Pada penutupan pasar global, indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,53 persen, S&P 500 menguat sebesar 0,70 persen, dan Nasdaq memimpin dengan lonjakan sebesar 1,00 persen. Di samping sentimen dari bursa global, para pelaku pasar di dalam negeri juga tengah mencermati jadwal implementasi rebalancing untuk sejumlah indeks utama, yaitu IDX30, LQ45, dan IDX80. Penyesuaian konstituen indeks tersebut dijadwalkan mulai berlaku secara efektif dari tanggal 3 Agustus hingga 30 Oktober.
Melacak pergerakan lebih rinci pada hari perdagangan tersebut, laju penguatan IHSG secara signifikan ditopang oleh kenaikan harga saham beberapa emiten berkapitalisasi besar, di antaranya adalah saham BBRI, ASII, dan AMMN. Namun, langkah indeks untuk menguat lebih tinggi harus tertahan oleh pelemahan yang dialami oleh saham BBCA, TLKM, dan ADRO. Dari sisi aktivitas investor asing, data menunjukkan masih adanya aksi jual bersih. Investor asing mencatatkan jual bersih senilai Rp34,82 miliar khusus di pasar reguler, sedangkan total jual bersih di seluruh pasar mencapai angka Rp250,53 miliar. Berdasarkan tinjauan sektoral, sepuluh dari total sebelas sektor berhasil menutup perdagangan di zona hijau. Sektor Basic Industry tampil sebagai pemimpin dengan mencatat kenaikan terbesar, yakni mencapai 2,54 persen. Sebaliknya, sektor Non-Cyclical menjadi satu-satunya sektor yang tertinggal dengan mengalami koreksi tipis sebesar 0,03 persen.








