Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana kesiapan infrastruktur digital Indonesia dalam menopang kebutuhan konektivitas yang terus melonjak di berbagai wilayah? Jawabannya terletak pada langkah strategis para penyedia infrastruktur telekomunikasi yang terus memperkuat kapasitas jaringan nasional. Salah satu pemain kunci yang memegang peran sentral dalam transformasi ini adalah PT Telkom Infrastruktur Indonesia, yang kini lebih dikenal luas dengan nama komersial InfraNexia. Melalui pengelolaan aset jaringan yang terintegrasi, perusahaan ini berupaya menjadi fondasi utama bagi kelancaran arus data di tanah air.
Perjalanan baru entitas ini dimulai secara resmi sejak awal tahun ini. Pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mulai efektif berjalan sejak tanggal 1 Januari 2026. Langkah korporasi berskala besar ini menandai babak baru bagi pengelolaan jaringan serat optik di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Lukman Hakim Abd. Rauf selaku Direktur Utama, InfraNexia bergerak cepat untuk mengoptimalkan seluruh potensi aset yang telah dialihkan tersebut demi melayani kebutuhan pasar telekomunikasi yang kian dinamis.








