Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan isu mengenai penjualan data pribadi yang beredar melalui sebuah kanal di aplikasi Telegram dengan nama EDABU BPJS BOT. Menanggapi kekhawatiran publik tersebut, pihak BPJS Kesehatan secara resmi memberikan penegasan bahwa kanal Telegram tersebut sama sekali bukan merupakan saluran komunikasi resmi milik mereka. BPJS Kesehatan menyatakan dengan jelas bahwa bot Telegram tersebut tidak pernah dibuat, tidak dimiliki, maupun tidak dikelola oleh institusi mereka. Oleh karena itu, masyarakat luas diharapkan untuk lebih berhati-hati dan memahami langkah-langkah aman dalam mengakses informasi kepesertaan agar terhindar dari modus kejahatan digital.
Untuk menghindari risiko penipuan, sangat penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri dari bot Telegram palsu tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari klarifikasi resmi, antarmuka dari EDABU BPJS BOT menampilkan beberapa menu penelusuran data yang ditawarkan kepada pengguna. Menariknya, pencarian data di dalam bot tersebut tidak disediakan secara gratis, melainkan menggunakan satuan token berbayar. Pengguna bahkan akan menemukan tombol khusus untuk melakukan pembelian token pada tampilan antarmuka bot tersebut. Menu-menu penelusuran yang terlihat di dalamnya mencakup pencarian informasi sensitif seperti nomor induk kependudukan, kartu keluarga, data siswa, data perusahaan, hingga data gaji.








