goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Energi

Memahami Peran Strategis LNG dalam Menjaga Ketahanan Listrik Nasional

Iswan TandirerungDiterbitkan 3 Agu 2026 - 06.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Peran Strategis LNG dalam Menjaga Ketahanan Listrik Nasional
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan seiring dengan laju pembangunan dan aktivitas ekonomi. Dalam upaya menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung transisi energi, peran Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi semakin krusial. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, proyeksi produksi listrik nasional diperkirakan melonjak dari 304,4 Terawatt hour (TWh) menjadi 584,3 TWh. Di tengah perubahan peta jalan energi ini, LNG hadir sebagai pilar penting untuk menjembatani kebutuhan daya yang bersih dan stabil.

Pertumbuhan konsumsi listrik nasional dipicu oleh beberapa faktor utama. Selain ekspansi sektor industri yang masif dan elektrifikasi di sektor transportasi, pengembangan kawasan ekonomi baru turut mengerek tingkat konsumsi energi. Sektor teknologi juga mencatat kebutuhan yang signifikan, di mana pembangunan pusat data (data center) diproyeksikan memerlukan tambahan pasokan listrik sekitar 15 gigawatt dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Secara umum, permintaan listrik di Indonesia diproyeksikan tumbuh berkisar antara 4,6% hingga 5,4% per tahun, sementara kebutuhan energi primer nasional diperkirakan naik sekitar 2% setiap tahunnya.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Menyikapi dinamika tersebut, bauran energi nasional mengalami penyesuaian yang terencana. Merujuk pada RUPTL 2025-2034, porsi pembangkit listrik berbasis batu bara diproyeksikan menyusut menjadi sekitar 47%. Sebaliknya, kontribusi dari energi baru terbarukan ditargetkan meningkat hingga mencapai 33%. Guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan, penggunaan gas menjadi solusi transisi yang andal. PT PLN (Persero) memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional akan tumbuh rata-rata 4,5% per tahun. Kebutuhan gas PLN diperkirakan meningkat dari 1.748 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) pada tahun 2026 menjadi hampir 2.490 BBTUD pada tahun 2034. Dalam struktur pasokan gas tersebut, porsi LNG diproyeksikan meningkat dari 57% menjadi 67%.

Baca Juga

Langkah Keselamatan Merespons Insiden Penembakan di Kawasan Pertokoan Twin Falls

Langkah Keselamatan Merespons Insiden Penembakan di Kawasan Pertokoan Twin Falls

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan energi ini, langkah-langkah strategis pengamanan pasokan gas jangka panjang terus diperkuat. PLN EPI, yang saat ini dipimpin oleh Rakhmad Dewanto selaku Pelaksana Harian Direktur Utama sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero), telah mengamankan kontrak pasokan gas dan LNG jangka panjang. Kerja sama pengadaan ini dijalin bersama West Natuna Exploration Limited (WNEL), Mubadala Energy, INPEX, dan South Hub. Kontrak jangka panjang tersebut mencakup kepastian pasokan gas hingga mencapai 300 BBTUD serta komitmen pasokan LNG yang totalnya lebih dari 49 juta ton.

Keberhasilan pengamanan pasokan gas di atas diimbangi dengan kesiapan infrastruktur penerimaan dan distribusi di dalam negeri. PLN mempercepat pembangunan infrastruktur LNG nasional dengan mengembangkan FSRU di beberapa titik strategis, meliputi wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Cilegon. Selain itu, untuk menjangkau wilayah geografis yang lebih luas, PLN juga tengah membangun klaster-klaster gasifikasi di kawasan Indonesia Timur. Melalui berbagai proyek infrastruktur ini, kapasitas penyimpanan LNG nasional ditargetkan meningkat menjadi sekitar 1,2 juta meter kubik, didukung oleh kapasitas regasifikasi yang mampu mencapai 3.850 MMSCFD.

Baca Juga

BNI Dukung Pelaksanaan Akad Massal 62.710 KPR Subsidi FLPP di Kabupaten Batang

BNI Dukung Pelaksanaan Akad Massal 62.710 KPR Subsidi FLPP di Kabupaten Batang

Melalui serangkaian langkah pengamanan pasokan dan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut, kesiapan sistem kelistrikan nasional diharapkan mampu mengakomodasi proyeksi lonjakan permintaan di masa depan. Kombinasi antara kontrak jangka panjang dengan berbagai mitra, serta perluasan fasilitas regasifikasi dan penyimpanan LNG, menjadi fondasi penting bagi ketahanan kelistrikan di Indonesia. Peningkatan porsi energi baru terbarukan di masa mendatang membutuhkan dukungan ketersediaan gas dan LNG sebagai sumber energi penyeimbang yang andal dalam memastikan pasokan listrik tetap terjaga secara berkelanjutan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturPLNLNGListrikEnergi PrimerRUPTL

Berita Terbaru Lainnya

Memastikan Status Armada Operasional Pertamina Pascakecelakaan di Tanah BumbuPanduan Layanan dan Persiapan Ibadah di Islamic Travel Connect 2026Arahan Menko Polkam untuk Pemerintah Daerah dalam Menangkal Hoaks di Ruang DigitalDaya Tarik Investasi Indonesia di Tengah Dinamika Ekonomi GlobalWisuda Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan Arahan Kewirausahaan Pemerintah Provinsi Kalimantan TengahCara Mengantisipasi Dampak Mundurnya Perry Warjiyo terhadap Pasar Keuangan dan RupiahIntervensi Bersama Amerika Serikat dan Jepang untuk Menghentikan Pelemahan Nilai Tukar YenUtang Pinjol Warga RI Tembus Rp102 Triliun, Fakta dan Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap