Waspada! Varian COVID Thailand Bisa Menular 7 Kali Lebih Cepat daripada Flu Biasa

Thailand Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19 Varian XEC, Penularan 7 Kali Lebih Cepat dari Flu

Thailand kembali mencatat peningkatan signifikan dalam kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. Varian baru yang menjadi penyebabnya adalah XEC, subvarian atau turunan dari Omicron, yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi. Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin, menyatakan bahwa pemerintah sedang mengalokasikan sumber daya dan tenaga kesehatan untuk melindungi kelompok rentan, termasuk lansia dan anak-anak, serta meningkatkan pengawasan di sekolah-sekolah guna mencegah penyebaran lebih luas.

Tingkat Kematian Dominan pada Kelompok Rentan

Data terbaru menunjukkan bahwa 80% kematian akibat COVID-19 tahun ini berasal dari kelompok lansia, sementara anak-anak juga turut terdampak. Meskipun varian XEC tidak menyebabkan gejala berat pada kebanyakan orang, kecepatan penularannya yang tinggi tetap menjadi ancaman serius bagi populasi rentan.

Sejak 1 Januari 2024, Thailand telah memasuki minggu ke-21 penerapan langkah-langkah pengendalian penyakit tertentu. Hingga saat ini, tercatat 108.891 kasus varian XEC dengan 27 kematian. Angka ini menunjukkan bahwa meski tingkat fatalitasnya relatif rendah, penyebaran yang cepat tetap memerlukan kewaspadaan ekstra.

Varian XEC Menyebar 7 Kali Lebih Cepat daripada Influenza

Dr. Teera Woratanarat, pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn, memperingatkan bahwa varian XEC dapat menyebar hampir tujuh kali lebih cepat dibandingkan virus flu biasa. Hal ini membuatnya sangat mudah menular di lingkungan padat, termasuk sekolah dan fasilitas publik.

Merespons hal ini, Pemerintah Kota Bangkok telah menginstruksikan sekolah-sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap kemunculan klaster COVID-19 di kalangan siswa. Data menunjukkan bahwa COVID-19 masih menjadi penyakit menular paling umum di semua kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa produktif, hingga lansia.

Lonjakan Kasus dalam Dua Pekan Terakhir

Menurut juru bicara Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, dalam kurun waktu 11 hingga 17 Mei 2024, tercatat 49.065 kasus baru. Sementara itu, sejak 18 Mei, dilaporkan tambahan 12.524 kasus dalam waktu singkat, seperti dikutip dari The Nation.

Lonjakan ini memicu kekhawatiran akan potensi gelombang baru jika tidak diantisipasi dengan baik. Pemerintah terus mendorong vaksinasi booster, terutama bagi lansia dan kelompok berisiko tinggi, serta mengimbau masyarakat untuk tetap memakai masker di tempat ramai dan menjaga protokol kesehatan.

Apa yang Harus Diwaspadai?

  • Gejala utama varian XEC mirip dengan Omicron, seperti demam, batuk, pilek, dan kelelahan, tetapi risiko komplikasi lebih tinggi pada lansia dan orang dengan komorbid.
  • Anak-anak juga rentan terinfeksi, sehingga orang tua diminta memantau kesehatan anak, terutama jika muncul gejala pernapasan.
  • Sekolah dan tempat publik menjadi area berisiko tinggi, sehingga pengawasan ketat diperlukan.

Kesimpulan

Thailand saat ini menghadapi tantangan baru dengan melonjaknya kasus COVID-19 varian XEC. Meski tidak seganas varian sebelumnya, tingkat penularannya yang ekstrem memerlukan respons cepat dari pemerintah dan masyarakat. Vaksinasi, penguatan protokol kesehatan, dan deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyebaran lebih luas, terutama di kalangan kelompok rentan.

Apakah varian ini akan masuk ke Indonesia? Para ahli menyarankan agar tetap waspada, mengingat mobilitas internasional yang tinggi. Langkah pencegahan sejak dini dapat mengurangi risiko gelombang baru di masa mendatang.

Share:

More Posts

Send Us A Message